| Peningkatan Program Strategi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan Jejaringnya |
| Written by Ratna T.Sinaga | |
| Wednesday, 18 October 2006 | |
|
Oleh: Dra. Ratna T.Sinaga Yokohama, Jepang (Selasa, 8 Agustus 2006) Pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan Jejaringnya memainkan peran yang sangat penting dan strategis dalam pelayanan pendidikan masyarakat. Pendidikan masyarakat melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan ujung tombak institusi atau lembaga pendidikan yang sangat penting untuk menjaring kalangan yang terpinggirkan yang tidak memperoleh akses pendidikan formal. Melalui PKBM diharapkan program utama pendidikan keaksaraan pada orang dewasa dapat dilaksanakan secara optimal. Untuk itu ACCU (Asia Pasific Cultural Centre for UNESCO) bekerjasama dengan Matsumoto University dan APPEAL (Asia Pasific for Education of Adult Learning) telah menyelenggarakan workshop dengan tema “Asia-Pasific Regional Workshop on Community Development through CLC Linkages and Networks” dihadiri oleh 28 peserta dari 14 negara Asia, yaitu: Bangladesh, China, Filipina, Jepang, India, Indonesia, Kamboja, Kazakstan, Lao PDR, Papua Guinea Baru, Sri Langka, Thailand, Uzbekistan dan Vietnam. Tujuan dari workshop tersebut adalah pertukaran informasi tentang PKBM dari para peserta, memformulasikan rencana aksi dari setiap negara peserta dalam kerangka promosi jaringan kerjasama di antara PKBM, baik di negara sendiri, maupun lintas negara serta menyampaikan informasi tentang program-program PKBM dari UNESCO untuk diterapkan di negara masing-masing. Melalui program field visit ke beberapa KOMINKAN (Balai Pertemuan Umum) di kota Matsumoto dan Yokohama peserta workshop memperoleh gambaran konkret tentang pengelolaan PKBM di Jepang, khususnya dengan Kominkan yang menyatu dengan gedung pelayanan masyarakat yang dilaksanakan oleh pihak pemerintah.. Model ini diharapkan dapat dipakai sebagai contoh ( best practices) untuk dikembangkan oleh peserta di negaranya masing-masing. Kominkan melaksanakan kegiatan kebudayaan, seni, kesejahteraan sosial, perencanaan kota, lingkungan, pendidikan kepemudaan, olahraga dan kerelawanan. Di samping itu disimpulkan 4 hal penting dari hasil tinjauan lapangan sebagai berikut:
Dari hasil workshop tersebut diharapkan para peserta mampu menyerap informasi dan pengalaman yang diperolehnya selama mengikuti workshop, untuk dibawa pulang ke negara masing-masing dan menerapkan inovasi dan pembaharuan PKBM melalui action plan yang disusunnya. Sumber: Delegasi Indonesia: Drs. H. Ade Kusmiadi, M.Pd., Drs. H. Chaerudin Samosir, M.Si, dan Dadang Sudarman Trisutalaksana |