Dua Peneliti Wanita Indonesia Raih Penghargaan
Written by KNIU Staff   
Sunday, 03 September 2006

Jakarta, Kamis (31 Agustus 2006)- Dua peneliti wanita Indonesia meraih penghargaan di bidang ilmu hayati (life science). Mereka adalah Fenny Martha Dwivany, PhD (34) dengan judul riset Konstruksi Vektor Biner ACS yang Meregulasi Aktivitas Gen ACC Sintase sebagai Alternatif Pengontrolan Pematangan Buah Pisang Ambon dan Fatma Sri Wahyuni, MSc (32) dengan judul riset Uji Selektifitas dan Mekanisme Antikanker Senyawa Hasil Isolasi dari Tumbuhan Kandis (Garcinia cowa Roxb).

Srikandi-srikandi Indonesia ini menerima penghargaan secara langsung dari Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo pada Rabu (30/8) di Hotel Intercontinental, Jakarta. Keberhasilan kedua periset muda ini diperoleh setelah menyisihkan tiga kandidat utama lainnya dalam program internasional Fellowships for Women in Science. Penghargaan ini dikhususkan bagi wanita yang memiliki potensi dalam bidang ilmu hayati. Program ini diprakarsai oleh UNESCO dan L’Oreal.

 

Dalam sambutannya, Mendiknas menekankan pentingnya peranan riset dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). ”Tujuan riset adalah untuk menyumbangkan kebaharuan dalam iptek,” kata Bambang.

Penilaian karya lomba berdasar dari sisi orisinalitas, dampak terhadap sains dan teknologi, metode pendekatan, problem statement, track record, dan penulisan, serta bahasa. ”Kriteria penilaian ditetapkan sesuai standar internasional,” kata Endang Sukara, Deputi Bidang Ilmu Hayati, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang bertindak sebagai ketua dewan juri.

Ketua Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (Ka KNIU) Arief Rachman melaporkan peserta yang turut dalam lomba sejumlah 43 orang. ”Setelah diseleksi, tinggal 26 orang peserta. Terpilih lima kandidat untuk ditandingkan dan diperoleh dua orang pemenang,” kata Arief.

Mendiknas berharap, kegiatan semacam ini dapat membantu visi Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) memajukan pendidikan dan mengembangkan iptek yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan bangsa. ”Keberhasilan kedua pemenang ini menjadi bukti bahwa penelitian bidang sains di Indonesia sudah mencapai standar mutu Internasional,” kata Bambang.

Dengan penganugerahan Fellowship Nasional ini, berarti menambah jumlah peraih penghargaan bidang ilmu hayati menjadi enam orang. Fellowship 2004 penghargaan diraih oleh Rintis Noviyanti, PhD dan Desta Wirnas Saiful Msi. Pada tahun yang sama Indonesia pernah meraih fellowship tingkat internasional atas nama Dr. Ines Atmosukarto, PhD. Penghargaan tahun 2005 diraih oleh Wahyuni M.Biomed dan Dr. Nur Rahmawaty Arma, PhD. ***

Last Updated ( Thursday, 07 September 2006 )