Main Menu
Home
News
Links
Contact Us
Search
E-mail
ASPNet Website
iEARN Indonesia
E 9
I C E
6th E-9 Meeting
7th E-9 Meeting
Popular
Latest News
Home arrow News arrow Latest arrow Solusi EFA yang terbaik, kreatif dan energik

Solusi EFA yang terbaik, kreatif dan energik PDF Print E-mail
Written by Ratna T. Sinaga, Kasubbid Pendidikan, KNIU   
Monday, 23 July 2007

(Paris, 30 Mei 2007) – Direktur Jenderal United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) Mr. Koiichiro Matsuura barusaja me-launching Kelompok Kerja “International Advisory Panel on EFA” (IAP-EFA). Pokja tersebut khusus bertugas untuk menyiapkan dan menindaklanjuti seluruh kegiatan utama EFA (Education For All/Pendidikan Untuk Semua/PUS), mengingat tahun 2007 merupakan tahun pertengahan target EFA yang ditetapkan pada tahun 2015. Launching dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2007 di kantor UNESCO Paris dalam kegiatan “Information Meeting for Permanent Delegates on Education for All (EFA)”, yang mengundang seluruh stake-holder EFA dari negara-negara anggota UNESCO.

Dalam kata sambutannya Mr. Matsuura menyampaikan 4 hal penting dan cukup mendesak. Pertama, ia menekankan peran signifikan dari High-Level Group on EFA (HLG), yang merupakan kunci penggerak masyarakat untuk melaksanakan PUS secara politis dan finansial. HLG terdiri dari sekitar 30 menteri pendidikan dan perwakilan instansi kerjasama luar negeri, terutama dari 9 negara berpenduduk padat dan dari negara maju di Eropa dan Amerika, yang bertemu setahun sekali untuk membahas progresivitas EFA. Kedua, pengembangan inisiatif “Partnership for Education” untuk mendorong tercapainya target EFA pada tahun 2015 di beberapa negara yang mengalami kemunduran dalam pengembangan EFA. Ketiga, pentingnya pemberdayaan UNESCO National Education Support Strategy (UNESS) sebagai motor penggerak pelaksanaan EFA di negara anggota. Keempat, Mr. Matsuura sangat mendukung 3 program inisiatif EFA, yakni berkaitan dengan LIFE (Literacy for Empowerment/Pemberdayaan Keaksaraan), pendidikan HIV/AIDS bekerjasama dengan UNAIDS dan model program inisiatif pelatihan guru TTISSA (Teacher Training Initiative for sub-Saharan Africa) yang sudah diaplikasikan di 17 negara.

Sebagai penutup Dirjen UNESCO mengajak kepada semua peserta IAP-EFA untuk mencapai EFA pada tahun 2015 dengan komitmen yang terpercaya: “Marilah kita mencari pemecahan masalah yang terbaik, kreatif dan energik agar pendidikan dasar betul-betul dapat terealisasi bagi semua orang.” (sumber: www.unesco.org)

Last Updated ( Thursday, 26 July 2007 )
 
< Prev   Next >
Indonesian National Commission for UNESCO | © 2006