Main Menu
Home
News
Links
Contact Us
Search
E-mail
ASPNet Website
iEARN Indonesia
E 9
I C E
6th E-9 Meeting
7th E-9 Meeting
Popular
Latest News
Home arrow News arrow Latest arrow Depdiknas Tanggap Sekolah Korban Banjir

Depdiknas Tanggap Sekolah Korban Banjir PDF Print E-mail
Written by KNIU Staff   
Monday, 12 February 2007

Jakarta, Rabu (7 Februari 2007)—Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) tanggap terhadap sekolah korban banjir di daerah DKI Jakarta. Kepedulian ini ditunjukkan dengan memberi bantuan langsung di sekolah-sekolah yang mengalami musibah banjir.

Pada hari ini Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo memberikan bantuan langsung berupa dua paket uang tunai sebesar sembilan juta rupiah ke SMA Negeri 8 Jakarta. "Sekolah membutuhkan pembersihan, kondisi kotoran sangat berat, perlu desinfektan," kata Bambang. Dalam kunjungannya Mendiknas didampingi Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Suyanto, Sesditjen Mandikdasmen Bambang Indriyanto, dan Kepala Pusat Informasi dan Humas Bambang Wasito Adi.

Mendiknas menyempatkan berdialog dengan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 8 Jakarta Suhaman. Kepsek menjelaskan akibat sekolah terendam banjir, kegiatan belajar mengajar (KBM) dialihkan ke Lembaga Diklat Provinsi DKI Jakarta. Dia menerangkan sebanyak 35 kelas yang dialihkan, hanya mampu ditampung sejumlah 18 kelas, sehingga KBM dibagi menjadi dua shift pagi dan siang. "Yang penting kami menyelamatkan pendidikan," ujarnya.

Akibat musibah banjir, sedikitnya terdapat 366 sekolah di wilayah DKI Jakarta yang terendam banjir. Sekolah yang terkena banjir baik negeri maupun swasta pada jenjang SD 246 sekolah, dari total 3.019 sekolah, jenjang SMP 76 sekolah dari total 1046 sekolah, dan SMA/K sebanyak 44 sekolah dari total 1.212 sekolah.

Selain terkena banjir, terdapat sekolah yang digunakan sebagai tempat penampungan pengungsi. Sebanyak  267 SD, 14 SMA, dan 15 SMK digunakan sebagai tempat mengungsi warga masyarakat yang rumahnya terkena banjir.

Mendiknas menyampaikan, solusi jangka pendek bagi sekolah yang terkena banjir adalah kegiatan pembelajaran diganti dengan tugas di rumah, sedangkan solusi jangka panjang sekolah akan digabung dengan sekolah lain yang berada di daerah aman banjir. "Sekolah kemungkinan akan direlokasi, sehingga tidak menjadi korban banjir terus menerus," ujarnya.

Dalam kunjungan di tempat lain, Mendiknas menyaksikan kegiatan belajar siswa di luar sekolah. SD Negeri 3 Pengadegan Jakarta Selatan tempat para siswa belajar dijadikan tempat pengungsian, sehingga mereka belajar di luar sekolah.

Difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, KBM di luar sekolah tersebut menggunakan layanan mobil kelas berjalan lengkap dengan buku bacaan. Sebelumnya, menurut Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Kotamadya Jakarta Selatan Sjofian Widjaya, sekolah di wilayah Jakarta Selatan telah menerima bantuan 1.000 setel pakaian seragam, serta 3.000 buku dan pensil bantuan dari Direktorat TK/SD.***

 
< Prev   Next >
Indonesian National Commission for UNESCO | © 2006