|
Jakarta, Minggu (10 Desember 2006) ”Dalam rangka meningkatkan mutu dan perluasan akses pendidikan, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui Direktorat Pendidikan Kesetaraan Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah memberikan layanan motor pintar. Sasaran program rintisan layanan bergerak ini adalah masyarakat nelayan dan pegunungan di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Kondisi geografis Kabupaten Tegal yang berupa pantai dan pegunungan menjadi salah satu penyebab tingginya angka putus sekolah. Kalau tidak segera ditangani, anak-anak yang putus sekolah akan berpotensi menjadi penderita buta aksara."Angka buta aksara di Kabupaten Tegal sebesar 15 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 8,11 persen," kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo pada peluncuran Motor Pintar di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada sore hari ini.
Menurut Bambang, dalam rangka menurunkan angka buta aksara sampai di bawah lima persen pada tahun 2009, pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten bersama-sama berbagi pendanaan di bidang pendidikan. Masing-masing sebesar 50, 30, dan 20 persen. Komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tegal tersebut telah diwujudkan dengan memberikan pendidikan secara gratis bagi siswa sekolah dasar dan madrasah, serta siswa SLTP negeri dan swasta. Selain itu, Pemda Kabupaten Tegal setiap tahunnya menganggarkan alokasi tambahan dana pendidikan sekitar Rp. 1,5 miliar untuk menuntaskan buta aksara."Pada tahun 2009 diharapkan sudah tidak ada lagi penderita buta aksara," kata Sekretaris Daerah Pemda Kab. Tegal Hery Sulistiawan. Motor pintar hasil inovasi pemerintah pusat dan daerah tersebut dilengkapi dengan modul-modul dan sarana pembelajaran visual berupa televisi dan VCD."Motor tersebut akan berkeliling ke pedesaan mengunjungi masyarakat nelayan, serta di daerah-daerah pegunungan di wilayah Kabupaten Tegal," kata Direktur Pendidikan Kesetaraan Ella Yulaelawaty. Lebih lanjut Ella mengatakan, bantuan ini merupakan block grant anggaran APBNP 2006 dari pemerintah pusat."Satu paket sebesar 100 juta rupiah berupa dua unit kendaraan lengkap dengan modul pembelajaran, biaya operasional, dan gaji tutor selama satu tahun. Total bantuan sebanyak tiga paket," ujarnya. Ella mengharapkan satu paket motor pintar dapat melayani 100 peserta didik. “Indikator keberhasilan program perluasan akses pendidikan ini adalah meningkatnya angka partisipasi kasar (APK)," kata Ella. Pemerintah juga akan memberikan beasiswa bagi peserta paket B yang berprestasi sebesar lima juta rupiah per orang, kata Ella.*** |