|
Jakarta (Rabu, 27 September 2006) ” Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) meluncurkan Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas). Program berbasis teknologi informasi ini resmi diluncurkan sore ini di Depdiknas, Jakarta. Jardiknas akan menghubungkan Kantor Depdiknas Pusat dengan Kantor Diknas Provinsi, Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia. Sejumlah institusi pendidikan lainnya juga akan terhubung. Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika menyampaikan program ini sejalan dengan salah satu pilar kebijakan Depdiknas. "Jardiknas ditujukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas yang baik di bidang pendidikan," kata Dodi.
Dodi memaparkan betapa besarnya ruang lingkup pendidikan di Indonesia. Komponennya meliputi jumlah sekolah, guru, pegawai, anggaran, serta kondisi geografis yang luas. "Tanpa Jardiknas akan banyak waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk perencanaan pembangunan bidang pendidikan," kata Dodi. Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (Kabiro PKLN) Depdiknas Gatot Hari Priowirjanto menyampaikan Jardiknas akan menghubungkan 411 kabupaten di 33 provinsi. Selain itu, terhubung juga 3000 SMA/SMK/MA, 30 Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), dan 12 Pusat Pengembangan dan Penataran Guru (PPPG), 5 Balai Pengembangan Luar Sekolah dan Pemuda (BPLSP), 10 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Program pendidikan berbasis Jardiknas diantaranya untuk mempercepat proses Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), Nomor Induk Guru Nasional (NIGN). "Siswa akan punya satu nomor induk nasional yang dapat digunakan sampai tamat SMA," kata Gatot. Menurut Gatot, dalam tahap awal, sejumlah 182.000 sekolah sudah mempunyai NPSN dari kurang lebih 220.000 sekolah di seluruh Indonesia. "Dengan penerapan Jardiknas diharapkan bantuan ke sekolah berupa block grant dapat tepat sasaran dan dapat diketahui oleh masyarakat secara luas," kata Gatot. Seusai peluncuran Jardiknas, acara dilanjutkan dengan dialog jarak jauh. Dialog yang menggunakan sarana telekomunikasi terestrial ini dilakukan bersama PPPG Teknologi Malang, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Bali dan peserta rapat koordinasi perencanaan pendidikan di Cipanas, Jawa Barat.*** |