|
Jombang, Jumat (8 September 2006)- Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo pada hari ini menyerahkan bantuan pendidikan kepada beberapa pondok pesantren (ponpes) di Jombang, Jawa Timur. Jumlah bantuan bervariasi untuk masing-masing jenjang pendidikan. Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras menerima satu voucher untuk pendidikan non formal senilai 50 juta, dua voucher untuk SMP senilai 60 juta, dua voucher untuk SMA senilai 100 juta, dan dua voucher untuk SMK senilai SMK. Total keseluruhan adalah 260 juta.
Yayasan Roushon Sikr, Jombang menerima voucher untuk SMP senilai 30 juta dan voucher untuk SD senilai 200 juta. Keselurahan totalnya 230 juta. Yayasan Maamba`ul Maarif de Nayar, Jombang mendapat dana bantuan pendidikan senilai 200 juta bagi SD dan 50 juta bagi MI. Mendiknas mengatakan ada fenomena baru pada perkembangan pendidikan pondok pesantren. Pada awalnya pondok pesantren lahir sebagai pendidikan non formal. "Saat ini materi pembelajaran yang diberikan sudah setara dengan pendidikan formal",¯ kata Bambang. Bambang mengemukakan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional secara resmi mengakui pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan di Indonesia. "¯Saat ini banyak ponpes yang mendirikan pendidikan formal. Dampaknya tidak dapat dilihat sekarang, tetapi sepuluh sampai lima belas tahun ke depan", ujar Mendiknas. Lebih lanjut Mendiknas mengungkapkan pendidikan nasional mengadopsi pendidikan yang diterapkan di ponpes. Ponpes telah menerapkan manajemen berbasis sekolah (MBS). "¯MBS merupakan otonomi pada satuan pendidikan", kata Mendiknas. Bambang mencontohkan sekolah madrasah yang lepas dari birokrasi dan dapat tercipta lingkungan mandiri. Wakil Bupati Jombang, Ali Fikri mengatakan prioritas pembangunan Kabupaten Jobang adalah di bidang pendidikan. Institusi pendidikan sangat strategis. "Pendidikan akan memberikan kontribusi yang signifikan pada dua sampai tiga puluh tahun mendatang",¯ kata Ali. Mendiknas menghimbau agar bangsa Indonesia bangkit bersama-sama dan menyadari betapa pentingnya merubah nasib negara. "¯Kuncinya melalui pendidikan, karena pendidikan mampu merubah martabat bangsa",¯ kata Bambang. Mendiknas berharap agar komitmen pondok pesantren akan menjadi bekal pada perubahan nasib sosial dan ekonomi bangsa.*** |