Main Menu
Home
News
Links
Contact Us
Search
E-mail
ASPNet Website
iEARN Indonesia
E 9
I C E
6th E-9 Meeting
7th E-9 Meeting
Popular
Latest News
Home arrow News arrow Latest arrow Konser Karawitan Muda Indonesia

Konser Karawitan Muda Indonesia PDF Print E-mail
Written by News Editor   
Wednesday, 09 August 2006

Untuk pertama kalinya, pada tanggal 1 - 2 Agustus 2006, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) bekerja sama dengan Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat menggelar Konser Karawitan Muda Indonesia, yang secara resmi dibuka oleh Aburizal Bakrie dan dihadiri oleh para Duta Besar Negara Sahabat, kalangan sekolah dan orang tua, para musisi, pengamat hingga pendidik antara lain: Guruh Soekarnoputra, Rizaldi Siagian, Erwin Gutawa, Dwiki Dharmawan, Addie MS, Sujiwo Tejo, Tri Utami dan Nyak Ina Raseuki.

Indonesia kaya akan keanekaragaman karawitan yang tersebar di berbagai kebudayaan masyarakat. Karawitan kini mengalami proses peminggiran searah perjalanan waktu dengan menguatnya budaya global. Kaum Muda lebih menggemari dan menggeluti musik yang dianggap trendy seperti pop, rock, jazz dan berbagai paduan yang banyak muncul. Tanpa disadari, karawitan menjadi asing bagi masyarakat Indonesia. Kondisi yang menempatkan musik global sebagai penguasa dan meminggirkan karawitan adalah penjajahan budaya model baru. Pengenalan secara dini karawitan Indonesia menjadi hal penting bagi harmonisasi antara budaya lokal dan global.

 

Konser yang digagas oleh Prof. Dr. Edi Sedyawati, menampilkan 8 grup kaum muda – yang telah mengikuti audisi sebuah tim artistik; SMA Labschool Rawamangun dan Kebayoran (gamelan Jawa), SMAN 8 Jakarta (rampak kendang), SMA Muhamadiyyah 3 (gondang Batak). Musik saluang dendang dan talempong akan dibawakan grup Rifqi, gamelan Bali oleh kelomopok LKB Saraswati, kecapi Bugis oleh Dinas Budpar Provinsi Sulawesi Selatan, dan sasando rote oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Last Updated ( Sunday, 03 September 2006 )
 
< Prev   Next >
Indonesian National Commission for UNESCO | © 2006